Berwisata Adalah Hak dan Kebutuhan Setiap Manusia

Seseorang terkadang tak menyadari bahwa baru-baru ini dirinya telah berwisata. Akan tetapi dengan polosnya berkata "Dalam 6 bulan terakhir ini aku belum pernah wisata." Padahal dia telah mampu membahagiakan diri di tempat luar rumah.


Kemarin baru saja mengunjungi taman kota, beberapa hari yang lalu baru nongkrong bareng bersama teman di pujasera (pusat jajanan serba ada), dan satu pekan sebelumnya berkeliling pasar malam. Semuanya itu disebut berwisata.

Kriteria lokasi wisata tidak harus ada tiket, tempat alami, wahana berteknologi canggih, atau semacamnya. Tatkala berkeliling mall saja sudah cukup bikin bahagia dan memuaskan hati itu sudah dapat disebut rekreasi.


Sebagaimana tubuh, pikiran manusia juga butuh istirahat. Wajib ada jeda untuk merilekskan otak. Oleh sebab itu, jiwa manusia juga punya hak dan kebutuhan yang mesti dipenuhi. Jangan pernah diabaikan. Apalagi terus dipaksa dan disiksa.

(Sumber gambar)


Sesekali setidaknya satu pekan satu kali luangkan waktu untuk berwisata. Pergilah ke luar rumah. Lakukan wisata resmi (berbayar dan dijaga), wisata kuliner, wisata belanja, wisata air, wisata adrenalin, wisata edukasi, hingga jenis wisata lain.


Baca: 19 Macam Tempat Wisata, Mulai dari Pantai hingga Danau


Berhenti sejenak dari aktivitas rutin yang membosankan, menegangkan, dan melalaikan kesehatan jiwa sangat penting. Justru orang yang baru saja berwisata kerapkali mendapat inspirasi, terisi energi baru, sampai merasa hidup penuh arti.


Kalau ada dana lebih baik wisata yang cukup jauh. Sambil menginap. Puaskan seluruh rasa penasaran tentang kota yang dikunjungi. Telusuri titik-titik aneka jenis wisata di sana. Dijamin, kamu bakal tak merasa asing lagi dengan daerah itu.


Sebagai makhluk sosial sudah selayaknya manusia menjalin hubungan dengan orang lain. Tidak harus dituntut berinteraksi dengan individu itu-itu saja. Nah, dengan berwisata naluri manusia tersebut bakal terasah, terlatih, dan terbiasa.


Komentar