5 Kelebihan Berwisata di Pujasera (Food Court)

Pusat jajan serba ada atau pujasera (food court) mampu jadi tempat wisata. Lebih-lebih tatkala malam hari dihiasi indahnya gemerlap lampu nan apik. Suasana ramai di sana juga dapat membuat nyaman karena tak merasa sendiri.



Pujasera jenis dan tempat lain ada pula yang cuma aktif di pagi sampai sore hari. Hal tersebut terutama yang letaknya dekat perguruan tinggi, mall, taman kota, monumen, hingga area wisata. Hanya sedikit penjual yang buka di malam hari.


Dalam kasus di atas, fungsi utama pujasera bukan sebagai tempat wisata. Melainkan penopang pusat atau sirlukasi peredaran uang masyarakat. Meski tak dapat dipungkiri bagi sebagian orang menjadikan sebagai destinasi wisata.


Food court sebagai objek wisata kuliner tak dapat diremehkan manfaat darinya. Sebut saja sebagai berikut.


1. Dapat Dilakukan Siapapun

Tak perlu latihan serta persiapan khusus untuk berwisata di pusat panganan. Wisata jenis ini dapat dilakukan siapapun. Terlebih pada pujesera yang memiliki pilihan makanan beragam. Mulai dari tradisional hingga modern.


Pengunjung tidak perlu kesulitan untuk memilih makanan. Disesuaikan dengan lidah maupun kondisi kesehatan. Sebab, dari ujung ke ujung banyak ditemui pedagang beraneka ragam jajanan yang jadi jualan mereka.


2.  Memusnahkan Fanatisme Suku

Salah satu produk atau karya dari suku tertentu ialah hasil rasikan kulinernya. Suku satu dapat menganggap resep masakannya paling istimewa. Sedang suku yang lain tak mau kalah pula. Padahal mereka belum cicipi resep lintas budaya.


Makanan khas daerah yang dapat dinikmati meliputi lumpia, bakpia, gudeg, empek-empek, soto daerah tertentu, kerak telor, bakso daerah tertentu, mie ayam daerah tertentu,  rendang, sampai pecel khas daerah tertentu. Nyam-nyam.

Food court di Batam, Indonesia (sumber gambar)



3. Menjadi Percaya Diri

Barangkali masih sedikit orang yang mampu menikmati bermacam-macam nama makanan. Bukan cuma karena fanatisme pada makanan tertentu, akan tetapi juga diakibatkan keterbatasan waktu maupun uang.


Berani mencoba makanan baru dapat memunculkan rasa percaya diri. Sebab, dirinya tidak akan minder dan merasa asing tatkala ada seseorang yang membicarakan masalah aneka makanan. Dalam hati berkata "Sudah pernah rasakan".


4. Meningkatkan Potensi Jenis Wisata Lain

Orang melakukan perjalanan untuk apapun itu, termasuk dalam misi berwisata, pasti butuh makan. Seringkali makanan yang diburu bukan hanya yang dapat mengenyangkan. Melainkan asal-usul dan rasanya harus beda.


Salah satu strategi penggenjotan dan pengembangan daerah pariwisata menjadi lebih populer yaitu mesti memperbaiki pusat kulinernya. Baik itu yang difungsikan untuk oleh-oleh hingga yang disantap saat di tengah agenda wisata.


5. Terciptanya Suasana Syahdu

Perut lapar menyebabkan jiwa menjadi labil. Mudah marah. Setelah kenyang makan apalagi rasanya lezat semua gejolak seakan jadi sirna. Suasana tegang, sulit konsentrasi, serba canggung, atau yang semacamnya jadi sirna.


Lebih-lebih ketika dekorasi gedung atau bangunan pujasera diipadu-padankan dengan apik. Gradasi warna, hiasan, dan fasilitas pendukungnya yang mumpuni. Lantas ada pertunjukan live music oleh penyanyi yang bersuara merdu.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

5 Perbedaan Tour Leader dengan Tour Guide

5 Kelebihan Berwisata di Pantai

Arti Kata "Dolanku", Ternyata Ada di KBBI

Berwisata Ria di Lapangan Rampal Kota Malang