4 Kelebihan Berwisata di Perkebunan atau Agrowisata

Wisata perkebunan atau agrowisata adalah kegiatan membahagiakan diri menggunakan media lahan cukup luas seperti ladang, area pertanian, budidaya bunga, kebun teh, hingga wisata petik buah. Variasi agrowisata sangat beragam.


Semakin ke sini wisata alam mulai banyak diminati. Baik itu yang alami terbentuk begitu saja atas izin Tuhan, maupun wisata alam hasil rekayasa manusia. Namun, agrowisata mempunyai keunggulan lebih dibanding wisata alam lain. 

Saat berwisata di perkebunan, keamanan dan kenyamanan lebih terjamin. Tak perlu repot-repot survive di alam liar tanpa kepastian untuk mendapat hiburan. Cukup bayar tiket, pengunjung bisa langsung menikmati suasana alam buatan.


Berikut kelebihan berwisata di perkebunan atau agrowisata:


1. Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat Lokal

Petani maupun penduduk sekitar agrowisata bakal mengalami peningkatan ekonomi. Tak hanya itu, kualitas hidup mereka juga lebih berkembang. Tidak lagi gagap teknologi, minim informasi, atau semacamnya terkait budidaya pertanian.


Mereka akan berlomba-lomba untuk meningkatkan kualitas panen hasil bumi. Selain agar dapat terjual dengan harga pantas, tujuan lain yaitu mengundang wisatawan supaya mau berkunjung ke ladangnya yang jadi bagian agrowisata.


2. Meningkatkan Keindahan Lingkungan

Suasana pegunungan, hutan, pantai, dan daerah alami lainnya memang indah. Tak perlu dipersolek lagi. Asal tidak dikotori saja. Berbeda dengan wisata di dekat area pemukiman. Bersih dari sampah semata tak bisa cukup.


Wisata perkebunan berisiko sepi wisatawan tatkala tidak ditata rapi seluruh aspek di dalamnya. Kebanyakan pengunjung pergi ke tempat wisata model seperti itu bukan cuma untuk menikmati buah. Melainkan estetika lingkungan.


3. Menjaga Kelestarian Alam

Manusia membutuhkan alam. Seyogyanya tak cuma mengambil manfaat darinya. Sudah semestinya manusia menjaga kelestariannya. Mereka harus sadar betul bahwa eksploitasi alam secara serakah bakal menimbulkan bencana.

Ilustrasi berwisata di lahan pertanian (sumber gambar)


Untuk mencapai keuntungan besar tidaklah cukup dengan hanya menjual produk pertanian. Apalagi yang memiliki lahan tak cukup luas. Perlu strategi lain. Salah satunya membuat kampung wisata yang fokus pada produk pertanahan.


4. Pembelajaran yang Menyenangkan

Rekreasi umumnya tanpa ada nilai tambah ilmu pengetahuan yang memadai sudah jadi hal biasa. Pengelola wisata perkebunan yang kreatif tentu tak melulu tertuju bagaimana agar jualannya laku. Lebih dari itu ia bakal membangun ikatan batin.


Hubungan komunikasi dibangun tidak transaksional. Akan tetapi lebih cenderung memakai empati dan simpati. Saling percaya satu sama lain. Jadi kandungan edukasi atau pembelajarannya bukan tentang tanaman saja.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

5 Perbedaan Tour Leader dengan Tour Guide

Berwisata Ria di Lapangan Rampal Kota Malang

Arti Kata "Dolanku", Ternyata Ada di KBBI