5 Kelebihan Berwisata di Perkotaan

Bila kemarin aku baru membahas tentang desa wisata, maka kali kali ini ulasannya tentang wisata perkotaan. Memang antara "Kota Wisata" Vs "Desa Wisata" masing-masing punya kelebihan maupun kekurangan. Tak perlu dirisaukan.


Sebuah kota walau tak didesain sebagai kota wisata, tatkala kondisinya memadai itu sudah cukup dijadikan wisata. Terutama bagi masyarakat berasal dari daerah. Berkeliling di kota tersebut untuk pertama kali bakal jadi kesan tersendiri.

Di kota maju tentu banyak sarana, fasilitas, serta layanan publik yang dapat memanjakan para tamu yang datang. Sebut saja seperti taman yang asri, trotoar yang indah, transportasi mudah, penataan kota yang menarik, dan lain sebagainya.


Berikut ini 5 kelebihan berwisata di perkotaan.


1. Menguatkan Eksistensi

Urban tourism, city tourism, atau pariwisata perkotaan menjadi tren bagi generasi milineal. Terutama bagi mereka yang berasal dari wilayah yang jauh dari kota-kota besar. Nyatanya, jalan-jalan tersebut tak cuma untuk wisata yang sebenarnya.

Ilustrasi wisata di kota (sumber gambar)


Anak muda yang gemar berpetualang maupun hobi traveling mempunyai tujuan lain dalam hijrah sementara ke kota. Salah satunya ingin menunjukkan eksistensi mereka di media sosial. Biar tidak dibilang kuper dan ketinggalan zaman.


2. Banyak Pilihan Tujuan

Wisata di kota tak cuma melihat gedung-gedung tinggi, ramainya kendaraan mewah di jalan raya, hingga banyaknya peralatan berteknologi canggih. Masih banyak pilihan suguhan lain. Baik yang gratis, murah, sampai mahal sekalipun.


Wisata kota merupakan kegiatan berlibur yang melakukan berbagai kegiatan dalam lingkup satu kota. Sebut saja seperti menonton konser, melihat festival, berbelanja, berkunjung ke taman kota, serta tentunya masih banyak lagi.

3. Beragamnya Kuliner

Di kota kerapkali banyak perantau. Hal tersebut wajar tatkala ada pula beragamnya aneka sajian rumah makan. Baik yang berasal dari daerah di Indonesia maupun makanan khas dari luar negeri yang tak kalah menggoda.


Kuliner yang beragam tersebut sangat mudah ditemui. Baik itu di SPBU, rest area, pusat perbelanjaan, area ruko, food courts (pujasera atau pusat jajanan serba ada), dan di pinggir-pinggir jalan. Tinggal pilih mau santapan modern atau trandisional.


4. Akses Mudah

Kota yang mapan tidak bakal menciptakan kemacetan parah. Moda transportasi berbagai jenis mulai dari kereta, bus, angkotan kota, ojek online, dan taksi semua lengkap ada. Pengunjung bisa dengan mudah mengakses segala penjuru.


Bagi pengguna kendaraan pribadi penunjuk arah jalan juga sangat mudah untuk dipahami. Jadi, tak perlu ribet dengan banyak tanya maupun berkali-kali melihat aplikasi peta online. Segala infratruktur sangat mendukung dalam bermobilisasi.


5. Hemat Waktu

Wisata ke kota dikatakan hemat waktu karena mudahnya dan cepatnya sistem transportasi. Terlebih lagi transportasinya juga pasti (terjadwal) dan sering tepat waktu. Ada banyak pilihan mulai dari pesawat, kereta, bus malam, dan lain-lain.


Adapun yang naik mobil pribadi dapat menggunakan jalan tol yang sudah tersambung ke semua ujung kota-kota di provinsi. Berbeda dengan berwisata jauh dari keramaian. Tentu butuh waktu tambahan untuk menginap dan perjalanan.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

5 Perbedaan Tour Leader dengan Tour Guide

5 Kelebihan Berwisata di Pantai

Arti Kata "Dolanku", Ternyata Ada di KBBI

Berwisata Ria di Lapangan Rampal Kota Malang