5 Alasan Mengapa Traveling dalam Kacamata Agama Islam Sangat Dianjurkan

Agama Islam bukanlah aliran kepercayaan yang membuat penganutnya jadi mati gaya. Semua seakan mesti dibingkai dalam penuh rasa kaku, monoton, membosankan, tegang, atau semacamnya. Sebab, Islam harus bikin hati damai.

Dolanku.com

Islam merupakan agama ramah, mempermudah pengikutnya, dan menganjurkan pada pemeluknya berhijrah. Bukan cuma hijrah (pindah) hatinya. Yakni, dari kesesatan menuju kemuliaan. Dari hati busuk menjadi hati yang bersinar.

Melainkan pula Islam mengajarkan hijrah dalam artian fisik atau tubuh. Bepergian ke kota lain untuk berbisnis, rihlah (traveling), mengadakan dakwah, dan mencari ilmu pengetahuan atau berguru pada orang yang ahli di bidangnya.


Dalam sejarahnya, banyak ulama dan tokoh-tokoh populer Muslim melakukan petualang jauh hingga ke berbagai penjuru dunia. Tanpa ada hal itu, mustahil syiar serta pencerahan agama Islam dapat menyebar luas seperti sekarang ini.


Inilah 5 alasan melakukan perjalanan wisata (traveling) dalam kacamata Islam dianjurkan.


1. Mempermudah, Tidak Mempersulit

Nabi Muhammad SAW telah menekankan pada prinsip untuk "Permudahlah, jangan mempersulit". Itu berdampak pada sikap beliau yang tidak eksklusif (tertutup). Beliau menjadi sosok yang mampu menyejukkan dan merangkul.

(sumber gambar)


Bersikap yang mempermudah bakal membuat seseorang menjadi pribadi merdeka. Hatinya penuh ketentraman, tidak diliputi kekhawatiran, tak cemas, tidak takut, dan tidak waswas. Dengan berwisata mempermudah mengambil hati.


2. Tertulis dalam al Quran

Paling tidak minimal ada tujuh ayat al Quran yang menganjurkan untuk mengadakan perjalanan. Salah satu di antaranya yaitu QS Al An'am (6) ayat 11. Di sana didapati anjuran tegas dari Allah untuk menjelajahi bumi.


Artinya kurang lebih "Katakanlah (Muhammad), 'Jelajahilah bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu". Ayat selanjutnya yaitu Al Mulk: 15, Muhammad: 10, Yusuf: 109, Ali Imran: 137, dan lain-lain.

3. Mengenyahkan Gelisah

Rutinitas yang menjemukan di tempat, wilayah, atau kota yang sama sungguh bikin hati gundah gulana. Belum lagi rasa gelisah akibat dibayangi keburukan di masa datang. Semua campur aduk menjadi sebuah tekanan batin yang berat.


Sesekali berwisata untuk menghibur diri sangat diperlukan. Pergi ke Masjid luar kota, ziarah kubur waliyullah, menikmati indahnya alam, hingga traveling keliling kota. Dijamin, otak dan hati seperti baru saja direfresh atau diinstal ulang.


4. Mati dalam Safar itu Mulia

Selain doanya akan mudah dikabulkan, keutamaan para musafir saat safar (melakukan perjalanan) yaitu apabila mati di tengahnya tercatat mati syahid. Dengan penekanan bahwa tujuan perjalanan dan wisata itu diniatkan cari rida Allah.


Dari pada penuh kehinaan dan nestapa di daerah sendiri lebih baik merantau beberapa waktu ke negeri lain. Hal tersebut sebagai upaya menjaga kehormatan diri. Kematian dalam perjalanan lebih baik dari pada hidup konyol di tempat asal.


5. Memunculkan Ide

Ketimbang terus-terusan berdiam di rumah yang bikin sumpek (hati sempit) lebih baik ke luarlah. Tidak perlu jauh maupun berbiaya mahal. Cukup mendatangi taman atau tempat ramai dijamin jadi obat depresi, stres, dan kerusakan mental.


Carilah pengalaman dari manusia lain yang dilihat, ditemui, didengarkan, dan didalami. Supaya dapat ide-ide baru yang luar biasa berkomunikasilah secara benar dan berkualitas pada orang-orang selama perjalanan.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

5 Perbedaan Tour Leader dengan Tour Guide

Berwisata Ria di Lapangan Rampal Kota Malang

Arti Kata "Dolanku", Ternyata Ada di KBBI