Melakukan Traveling Adalah Cara Terindah untuk Memaafkan Kepedihan yang Diderita

Suatu kepedihan mungkin sulit dilupakan. Apalagi dalam jangka pendek. Bahkan rasa perih di masa dulu kala sebagian juga masih berbekas keras. Tak ada obat yang ampuh meredam gejolak di hati. Seringkali meluap-luap saat di kesendirian.

dolanku.com

Bagi sebagian orang barangkali penderitaan sakit di hati sudah bisa diatasi dengan ibadah, ikut kajian agama, mendekat pada Tuhan, atau pendekatan religius lain. Akan tetapi bagi sebagian yang lain itu tak cukup. Masih perlu kegiatan traveling.


Dalam kacamata Islam bertraveling (safar) bukanlah perbuatan dosa. Malah itu sangat dianjurkan dilakukan. Lebih lanjut silakan buka tulisan aku di situs ini yang diposting tanggal 9 Maret 2021. Di sana kamu akan dapat pencerahan.


Daripada terus meratapi kepedihan yang diderita tiada guna, lebih baik bertravelinglah. Supaya dapat pencerahan, hidayah, inspirasi, bukti-bukti nyata bahwa di dunia ini bukan cuma kamu yang menderita. Selain itu dapat bonus keindahan lokasi di tempat baru.

(sumber gambar)


Maafkanlah kelemahan diri yang tak mampu mengatasi masalah sehingga mengendap di hati. Kadang memang tak semua hal mesti dituntaskan. Kelapangan dada diuji untuk merelakan hal-hal yang seharusnya diabaikan dan ditinggalkan.


Dirimu terlalu berharga untuk terus berlarut-larut pada mendung yang tak layak ditunggu cerahnya. Dari pada terus murung di tengah kegelapan awan, mendingan pergi jauh mencari lokasi yang memberikan kepastian munculnya sinar matahari.

Komentar