5 Jenis Wisata yang Cocok Jadi Pilihan di Bulan Ramadan

Bulan Ramadan memang bulan suci yang senantiasa di nanti kaum Muslim di seluruh bumi. Lantas muncul pertanyaan "Apakah berwisata di bulan Ramadan bakal menodai kesuciannnya?" Jawabannya tentu tidak sama sekali.

www.dolanku.com

Bertraveling apapun tujuannya termasuk untuk berwisata sangat dianjurkan dalam Islam. Ada beberapa alasan. Terkait hal itu silakan baca tulisanku berjudul "5 Alasan Mengapa Traveling dalam Kacamata Agama Islam Sangat Dianjurkan."

Supaya wisata kamu semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan tidak mengurangi pahala berpuasa sebaiknya baca 5 pilihan jenis wisata di bulan ramadan ini.


1. Lakukan Wisata Religi

Bila kamu pernah mendengar istilah wisata religi maka jenis tersebut sangat cocok dilakukan di bulan puasa. Selain menyenangkan hati, juga makin meningkatkan rasa cinta pada Allah SWT. Serta terhindar dari perbuatan sia-sia dan dosa.

(sumber gambar)


Pergi umroh ke tanah suci, ziarah ke orang saleh, berkunjung ke Masjid-masjid, hingga mengikuti acara pengajian tokoh agama di luar kota dapat jadi pilihan bagus. Otak dan hati jadi bersih. Tidak ada lagi gangguan batin maupun pikiran.


2. Berbuka Puasa Bersama di Luar Rumah (Wisata Kuliner)

Tidak ada yang mengajak kamu buka puasa? Jangan khawatir. Kalau punya uang lebih adakan sendiri buka bersama dengan anak-anak yatim, santri pondok pesantren, serta orang-orang lain yang tepat diajak buka bersama.


Alternatif lain berbuka puasalah di Masjid atau acara pengajian terbuka. Dijamin bakal dapat saudara seiman baru. Bisa diajak kenalan lalu mengobrol. Kalau ada uang lebih tak ada salahnya ikut membantu kas Masjid khusus buka puasa.

3. Menuju Kota (Wisata Kota)

Bagi masyarakat desa yang bingung bagaimana cara menghabiskan waktu di bulan Ramadan dapat berwisata ke kota. Terkait penginapan ada beberapa Masjid di Kota yang menyediakan inap gratis saat bulan suci.


Contohnya Masjid Istiqlal Jakarta. Banyak penduduk dari sekitar jawa barat yang khusus datang ke Istiqlal untuk iktikaf di sana. Masalah makanan, minuman, dan takjil untuk berbuka maupun sahur sudah ditanggung oleh pihak Masjid.


4. Menuju Kampung (Wisata Desa)

Kehidupan kota identik dengan hingar bingar. Bagi yang merasa tidak khusuk ibadah di kota, berwisata desa bisa jadi pilihan tepat. Jangan menginap di hotel atau tempat bermalam berbayar lain. Menginaplah di pondok pesantren.


Pengurus ponpes pasti mau menyediakan tempat tidur. Asal tamu datang dengan baik-baik. Mengutarakan apa maksudnya. Lebih disarankan di sana bukan hanya menumpang tidur. Melainkan juga belajar agama.


5. Berburu Jajanan, Minuman, dan Makanan Menjelang Maghrib (Wisata Belanja)

Wisata kuliner satu ini adanya menjelang Maghrib. Di antara jam 3 sore hingga menjelang sholat Isyak. Tentu para penjual tidak menyediakan pilihan bagi pembeli untuk makan di tempat. Cuma melayani pembelian secara bungkus.


Bagi penyuka wisata kuliner momen ngabuburit dengan cara berburu makanan untuk buka puasa dijamin menimbulkan kesan berharga. Sebab fenomena seperti itu tidak akan pernah dijumpai di bulan-bulan lain.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

5 Perbedaan Tour Leader dengan Tour Guide

Berwisata Ria di Lapangan Rampal Kota Malang

Arti Kata "Dolanku", Ternyata Ada di KBBI