5 Tips Sebelum Melakukan Solo Traveling Agar Aman dan Nyaman

Bagi yang sudah terbiasa melakukan solo traveling tentu jadi lihai dalam menjelajahi lokasi-lokasi baru. Namun, untuk solo traveler pemula akan lebih cenderung kikuk. Parahnya, hendak membatalkan rencana jalan-jalannya.


Kecemasan berlebih membuat logika orang jadi tak imbang. Begitu pula yang terjadi saat ingin mengawali traveling sendirian. Masih ada kecemasan dalam diri akan hal-hal apa yang terjadi dan apa saja yang bakal ditemui.


Sebenarnya, tatkala solo traveling direncanakan dan dipersiapkan matang hal-hal aneh dalam pikiran tak terjadi. Kalaupun terjadi bakal mudah diantisipasi. Masalah yang dihadapi bisa dengan gampang dan cepat diatasi.


Oleh sebab itu sebelum melakukan solo traveling lebih baik perhatikan tips berikut ini supaya aman dan nyaman.


1. Riset Kecil-kecilan

Mencari informasi maupun kebenaran terkait biaya, keamanan, kesulitan, dan kemudahan dalam melakukan perjalanan sangat penting. Itu semua dapat didapat di YouTube, situs resmi pemerintah, media massa, dan blog.


Tontonlah YouTube seputar traveling. Yakni, video yang khusus membahas terkait perjalanan dan rekaman saat di tempat wisata. Kamu bisa menggunakan kata kunci yang diinginkan di kotak pencarian. Letaknya paling atas layar.


Riset yang dilakukan juga harus disesuaikan dengan kendaraan apa yang akan dinaiki. Apa menggunakan mobil, sepeda motor, atau transportasi umum. Jalur mana saja yang akan dilalui. Serta apakah kendaraan yang dinaiki mendukung.


Riset cuaca juga sangat penting. Tak ada salahnya membuka aplikasi perkiraan cuaca. Kemudian riset ketersediaan tempat penginapan. Apakah tempat penginapan yang aman dan nyaman dengan harga terjangkau masih tersedia tidak.


2. Persiapkan Anggaran

Tak hanya anggaran pokok sesuai dengan rencana. Anggaran tambahan untuk hal-hal tak terduga juga perlu disiapkan. Kebutuhan pokok solo traveler adalah transportasi, kuliner, penginapan, tiket wisata, tiket transportasi, dan beli oleh-oleh.


Lebih bagus lagi membuat anggaran secara rinci. Mulai dari awal perjalanan di rumah hingga kembali pulang. Jangan lupa gunakan aplikasi dompet digital. Supaya bisa digunakan pembayaran aplikasi penginapan, transportasi online, dan lain-lain.


Bawa uang tunai sedikit. Hanya cukup untuk sekali jalan (satu tujuan). Pastikan di setiap tempat pemberhentian yang dituju ada ATM-nya. Jadi, setelah uang pegangan di tangan habis langsung bisa diganti dengan penarikan tunai secukupnya.


Zaman sekarang ini semakin mudah. Sudah banyak minimarket, tempat wisata, dan tempat parkir yang melakukan transaksi non tunai. Manfaatkan hal itu supaya tidak terlalu sering menggunakan uang tunai. Gunakan scan QR.


3. Atur Barang Bawaan

Solo traveling menyebabkan orang harus membawa barangnya sendirian. Tidak bisa bergantian dengan teman. Tak bisa diletakkan pada bus wisata. Beruntung bagi yang membawa mobil pribadi atau motor modifakasi diberi box.


Isi tas secukupnya. Hanya hal-hal penting dan paling dibutuhkan saat perjalanan. Pastikan semua barang yang dibawa bakal berguna. Jangan sampai kamu terlalu berat membawa barang. Bakal bikin capek dan mudah ngantuk.


Simpan uang, dokumen penting, dan barang-barang berharga lain di tempat khusus. Cegahlah orang jahat mudah menjamah kantong penyimpanan benda tersebut. Serta letakkan barang yang sering dibutuhkan pada kantong luar. Seperti tiket, air minum, kacamata, dan lain-lain.


4. Antisipasi Kejadian Tak Terduga

Fotolah dokumen penting pendukung seperti KTP, passport, tiket pesawat, dan lain-lain. Kirim ke emailmu sendiri. Untuk jaga-jaga handphone yang digunakan foto juga hilang. Simpan juga nomor HP orang terdekat di email itu.


Mencatat nomor yang bisa diandalkan saat darurat juga penting. Sebut saja seperti kepolisian, rumah sakit, penginapan, atau bahkan nomor handphone teman yang tempat tinggalnya tak jauh dari destinasi wisatamu. Alternatif lain update posting medsos.

Ilustrasi traveling sendirian di wisata pegunungan (sumber gambar)


Memberi tahu orang-orang terdekat akan melakukan perjalanan mandiri sangat penting pula. Sebelum berangkat beritahukan secara detail kepada mereka. Lokasi mana saja yang bakal jadi titik berhenti dalam waktu lama. Serta durasinya berapa lama.


5. Membaur dengan Kearifan Lokal

Memakai pakaian adat sekitar tak ada salahnya saat solo traveling. Setidaknya gunakan pakaian netral. Tidak mencolok, menimbulkan curiga, atau paling beda dengan yang lain. Tak ada salahnya berkomunikasi dengan warga lokal.


Hormatilah masyarakat sekitar. Sebab dalam keadaan darurat kamu pasti butuh bantuan mereka. Apabila bertanya atau butuh bantuan sampaikan dengan sopan. Dianjurkan minta bantuan pada orang yang meninggali toko atau rumah.


Tak ada salahnya kamu menyempatkan diri untuk mampir ke pondok pesantren, panti asuhan, atau yayasan sosial lain di sekitar tujuan wisata. Memberi bantuan pada mereka sesuai anggaran. Paling tidak mampir ke rumah ibadah terdekat untuk menenangkan diri.


Jangan menunjukkan kesan kamu sedang takut maupun sebagai orang baru. Ketika kamu dicurigai ataupun mencurigai tak ada salahnya untuk mendekati kerumunan, pos satpam, atau tempat aman lain. Psikologismu tak boleh jatuh.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

5 Perbedaan Tour Leader dengan Tour Guide

Berwisata Ria di Lapangan Rampal Kota Malang

Arti Kata "Dolanku", Ternyata Ada di KBBI