5 Tips Touring Sendirian Menggunakan Sepeda Motor

Touring sendirian merupakan kegiatan yang dianggap aneh bagi sebagian orang. Sebab mereka berfikir bahwa itu dapat menyebabkan kesepian, meningkatkan risiko, dan takut dikira tak punya teman. Intinya lebih nyaman ada kawannya.


Khawatir memang boleh saja. Asal tidak paranoid atau pobia. Supaya tetap jadi pribadi penuh perencanaan, pertimbangan, waspada, dan hati-hati. Tapi itu tak boleh menyebabkan kamu membatalkan touring motor sendiri ketika sudah ada niat.


Gejolak hati menjadi solo touring jarak jauh jangan dibendung. Sebaiknya dilakukan. Walau tidak secepatnya. Paling tidak sudah ada persiapan matang sebelum berangkat. Sebagai awalan, jaraknya jangan terlalu jauh. Serta harus menginap.


Agar touring motor sendiri dapat sukses sebaiknya perhatikan tips berikut.


1. Pastikan Sepeda Motor Prima

Tidak hanya kesehatan pengendara yang mesti diperhatikan. Pastikan pula motor yang akan dipakai benar-benar siap. Terutama bagian komponen penting yang menyangkut keselamatan dan kenyamanan saat berkendara.


Bersepeda motor sendiri sensasinya memang beda. Akan tetapi risiko keamanan juga lebih tinggi. Tatkala motor mengalami kendala di tempat sepi atau sarang preman jalanan, itu dapat menimbulkan masalah besar.


2. Rencanakan

Melakukan solo riding semua beban ditanggung sendiri. Berbeda dengan touring rame-rame bersama komunitas. Di setiap kelompok pasti ada pemimpinnya. Berat dipikul rata. Malah kadang anggotanya tinggal ikut saja tanpa ada beban.

Ilustrasi solo riding wisata ke gunung (sumber gambar)


Ibarat kata, touring sendirian itu mengumpulkan semua anggota kelompok touring menjadi satu orang. Bagian pemimpin, navigator, rekomandasi lokasi tujuan, dan urusan-urusan detail lain dipegang dirinya sendiri.


3. Bawa Peralatan Memadai

Solo touring tidak hanya membuat capek fisik. Melainkan kelelahan mental. Guna mengantisipasinya bawalah peralatan memadai. Dengan itu, jiwa yang lelah dan fisik yang makin lemah bisa dihindari. Minimal tubuh cepat pulih setelah drop.


Gunakan helm, pakailah pelindung dada tebal (rompi), mengenakan masker, menggunakan sarung tangan, kenakan jaket tebal, bawa jas hujan, air mineral, dan bersepatu. Semua itu harus sesuai standar. Serta tentunya harus bikin nyaman.


4. Membaur

Mengendarai motor sendirian di tempat asing seringkali membuat perasaan mudah diintimidasi. Oleh sebab itu, bersikaplah wajar. Jangan tampil terlalu mencolok sehingga nampak paling beda. Berkendaralah pada umumnya.


Menjaga sopan santun dalam berkendara juga sangat penting. Namun, itu bukan berarti kalian jadi tampak takut. Bersikaplah elegan pada orang sekitar terutama saat berhenti untuk ibadah, istirahat, makan, atau keperluan lain.


5. Mencegah Buru-buru

Apapun itu tujuannya touring, entah untuk mudik maupun wisata, tak boleh membuat pengendara tergesa-gesa. Nikmatilah perjalanan. Sebab hal terpenting dalam touring bukanlah balapan maupun waktu tempuh singkat.


Istirahatkan badan saat terasa dan lunglai. Batasi kecepatan berkendara. Tandai titik mana saja yang jadi lokasi pemberhentian. Sempatkan melakukan pendingin motor dan tubuh maksimal 2 jam sekali.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

5 Perbedaan Tour Leader dengan Tour Guide

5 Kelebihan Berwisata di Pantai

Arti Kata "Dolanku", Ternyata Ada di KBBI

Berwisata Ria di Lapangan Rampal Kota Malang