Menjadi Solo Traveler Bukan Berarti Bakal jadi Kesepian

Sendiri bukan berarti kesepian. Masih banyak orang yang di dalam keramaian merasa sepi. Begitu pula solo traveling tidak serta merta bakal jadi kesepian. Sebab dalam perjalanan pasti ditemukan orang-orang baru. Rekan bicara baru.


Malah orang yang traveling sendirian mungkin saja mendapat teman baru. Jadi temannya tidak itu-itu saja. Bakal banyak ditemui macam karakter, bahasa, adat, dan kearifan lokal yang mereka anut. Dengan begitu, hidup bakal jadi berwarna.


Menjadi solo traveler justru membuat hati tak lagi kesepian. Sebab, barangkali selama ini ia dikelilingi orang-orang munafik. Meski banyak teman tapi tak mampu membuat pikiran jadi "waras". Kecuali cuma ada kesenangan semu.


Dengan traveling sendirian jiwa bakal terisi hal-hal baru yang lebih membikin kesepian jadi hilang. Buat apa traveling rame-rame tapi itu dilakukan karena keterpaksaan. Misalnya kewajiban dari sekolah, kampus, atau tempat kerja.


Lokasi yang dituju tidak diinginkan dan parahnya pernah dikunjungi. Tak ada hal yang baru ditemui kecuali cara travelingnya saja. Dilakukan berkelompok. Kalau sudah begitu bukannya pikiran jadi refresh. Malah bikin sakit hati.


Sungguh pola pikir salah kaprah orang merasa enggan solo traveling karena takut kesepian. Sebab, berwisata dan meluangkan waktu untuk diri sendiri sangat penting. Dengan menjadi solo traveler, orang bakal ketemu jati dirinya.


Lebih dari itu biaya transportasi, makan, penginapan, dan lain-lain dapat dihemat. Apalagi bagi kamu yang merasa serba tak enak ketika dibayarin orang lain. Dengan begitu kamu akan benar-benar bebas untuk menentukan pilihan. Hal terpenting dari itu semua privasi tetap terjaga.


Bagi yang mau mengeluarkan biaya tambahan dapat menyewa pelatih, pemandu, atau navigator saat di wilayah tak dikenal. Dengan begitu interaksi dapat terjadi. Kegiatan-kegiatan baru seperti berselancar, berlayar, menari, membatik, dan lain-lain bisa dilakukan.

Ilutrasi naik perahu layar ditemani pelatih (sumber gambar)


Kamu juga bisa mampir pada tempat tinggal teman lama dengan bebas. Baik itu saat perjalanan maupun karena lokasinya yang berdekatan dengan destinasi wisata. Menjalin hubungan lama secara langsung tanpa media sosial dapat mengobati rasa sepi.


Bagi yang hendak melakukan perjalanan mandiri, selamat kamu sudah mencoba untuk melampaui batas diri. Melawan ketakutan, membebaskan diri, dan menghargai diri. Sebuah penghargaan telah memberi kesempatan pada diri untuk belajar survive.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

5 Perbedaan Tour Leader dengan Tour Guide

Arti Kata "Dolanku", Ternyata Ada di KBBI

Berwisata Ria di Lapangan Rampal Kota Malang

5 Manfaat Berwisata di Air Terjun

5 Macam Wisata Religi dalam Agama Islam