5 Cara Merawat Action Camera untuk Traveling Agar Tahan Lama

Kamera untuk traveling jangan gunakan sembarangan. Sebaiknya pilih kamera aksi yang khusus mendukung kamu dalam setiap pergerakan. Tidak mudah rusak dan hasil gambar bagus kendati dibuat goyang maupun cuaca tak bersahabat.


Walau berjenis kamera lapangan, dalam perawatan dan pencegahan rusak mesti konisten diperhatikan. Sebab, setangguh apapun ia saat di lingkungan terbuka tetaplah barang elektronik. Bisa rusak, sensitif pada listrik, konslet, dan lainnya.


Supaya kamera spesial untuk traveling kamu tahan lama sebaiknya perhatikan 5 cara merawatnya berikut.


1. Cara Mengecharge harus Benar

Ketika mengecharge dilarang keras menggunakan charger (pengisi daya) yang tidak orosinil atau bukan bawaan. Mengisi daya memakai adaptor (charger) milik ponsel merupakan kesalahan fatal. Bersiaplah baterai cepat rusak.


Kapasitas ampere atau arus listrik charger antara kamera dengan ponsel beda. Umumnya kamera mini aksi ukuran arus listriknya jauh lebih kecil dari pada ponsel. Pakailah pengisi daya yang ukurannya sesuai dengan rekomendasi pabrik.

Ilustrasi kamera mini aksi untuk traveling (sumber gambar)


Mengecharge langsung baterai saat terpasang di kamera apalagi kondisinya hidup bisa menyebabkan kerusakan. Begitu pula menyambungkan kabel data langsung dari kamera ke komputer hingga ke USB hub port dari tidak jelas.


2. Perhatian atau Peka pada Lensa

Kebersihan permukaan pada lensa merupakan hal primer. Buat apa piranti lunak di dalam kamera bagus tapi hasilnya potret buruk gara-gara lensa kotor. Oleh sebab itu, jangan pernah sekali-kali menyentuh kaca lensa tanpa kain microfiber.


Permukaan kulit manusia mengandung kotoran, mikroorganisme, dan minyak tipis. Menyentuh lensa dapat membuat kaca kotor. Mengelap sembarangan berakibat meninggalkan goresan tipis. Lama kelamaan jadi parah.


3. Gunakan Casing Anti air

Waterproof case sangat penting untuk dimiliki. Meski produsen berani menjamin produknya anti air hingga kedalaman tertentu. Tetap tak boleh lengang. Terlebih tatkala kamu tidak menyadari ada lubang kecil yang menjadi pintu masuk cairan.


Umumnya kamera yang di dalamnya tercemar air bakal merusak LCD-nya. Di mana komponen tersebut merupakan salah satu yang harganya paling mahal. Lebih baik berkorban beli pelindung air daripada merugi di kemudian hari.


4. Matikan Kamera Saat Tak Merekam

Mengenakan kamera sebagaimana pakai ponsel atau laptop adalah tindakan keliru. Kamera dirakit tujuan utamanya untuk merekam. Dampaknya, janganlah mentrasfer file rekaman saat kamera hidup. Gunakan card rider supaya awet.


Sering menggunakan kamera karena sekadar iseng atau merekam hal-hal tak penting dapat mengurangi masa pakai dengan cepat. Tidak cuma itu, tombol-tombol atau fitur-fitur fisik yang sering dipencet dan geser bakal cepat aus.


5. Simpan di Tempat Aman

Sebelum disimpan, pastikan kamera sudah dibersihkan dan dikeringkan dengan benar. Copot baterai. Perihal tersebut perlu dilakukan sebagai pencegah tumbuh jamur, plak, atau kotoran yang sulit dihilangkan. Baik itu yang ada di dalam perangkat maupun luarnya.


Simpan kamera di tempat khusus. Misalnya wadah khusus yang keras sehingga aman dari tekanan, benturan, dan goncangan. Gunakan silica gel demi mencegah kelembaban terjadi. Agar terhindar dari serangan jamur. 


Pastikan juga saat dipakai maupun tidak kamera aman dari terpaan panas terik matahari. Sebagaimana ponsel yang sangat sensitif pada panas, begitu pula kamera yang justru ukurannya lebih kecil. Komponen di dalam dapat rusak karena panas tersebut.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

5 Perbedaan Tour Leader dengan Tour Guide

5 Kelebihan Berwisata di Pantai

Arti Kata "Dolanku", Ternyata Ada di KBBI

Berwisata Ria di Lapangan Rampal Kota Malang