3 Cara Berwisata Menurut Nabi Muhammad SAW Supaya Liburan Jadi Berkah

Dolanku.com - Sungguh kesalahan besar tatkala ada yang mengatakan bahwa Islam mengajarkan tidak boleh berwisata. Dalam khasanah umat Muslim terdahulu ada dikenal istilah safar (perjalanan) dan rihlah (traveling, petualangan, atau melancong).


Sudah pula berkali-kali pada tulisan-tulisan di blog aku ini Dolanku.com mendefinisikan wisata bukan secara sempit. Berwisata tidak harus identik dengan hura-hura, hedonisme, kemewahan, mahal, dan meniadakan nilai-nilai moralitas.

Pergi ke Masjid besar, bersih, sejuk, dan terawat merupakan bagian dari berwisata. Begitu juga dengan jalan-jalan ke kota besar atau pun ke pedesaan asri yang belum pernah dikunjungi bagian dari rekreasi dan mencari hiburan.


Supaya dalam berwisata menjadi lebih berkah sebaiknya perhatikan 3 langkah yang diajarkan nabi Muhammad SAW sebagai berikut.


1. Berdo'a Sebelum Memulai Perjalanan

Dalam setiap do'a mengandung keberkahan. Lebih dari itu dengan berdo'a menandakan bahwa manusia telah menghamba dan menuhankan Allah SWT. Doa ibaratnya seorang yang menabung. Cepat atau lambat pasti panen.


Dianjurkan doa yang diucapkan atau dibisikkan bukan hanya do'a akan melakukan perjalanan. Melainkan pula doa saat akan memulai bekendara. Dua doa tersebut sangat dianjurkan digunakan semua sebelum melakukan perjalanan.


Saat di tengah-tengah menempuh tujuan dianjurkan untuk bedoa atau membuat permintaan pribadi. Sebagaimana diketahui bahwa doa musafir (pelancong) merupakan salah satu doa yang paling diijabahi oleh Allah SWT.


2. Langsung Pulang Ketika Urusan Selesai

Umat Islam diajarkan sebagai umat yang teratur, disiplin, hingga serba terencana. Dalam kamus mereka tidak ada yang sia-sia, main-main, dan menyepelakan. Semua yang dilakukan tersebut semata-mata diniatkan menggapai rida Allah.

Ilustrasi ukhti sedang berwisata (sumber gambar)


Konsekuensi dari hal di atas dalam setiap perjalanan yang akan dilakukan mesti dipersiapkan secara matang. Mulai dari proses pemberangkatan dari rumah hingga pulang kembali. Semua ditata rapi guna mengantisipasi hal tak terduga.


3. Lakukan Sholat Dua Rakaat Sebelum Pulang

Rasulullah mengajarkan sebelum tiba di rumah supaya melaksanakan sholat sunah dua rakaat. Tidak cuma itu kalau perjalanan lama dan menginap dianjurkan untuk menjama' takhir (menggabungkan sholat wajib di waktu sholat terkahir).


Orang yang melakukan perjalanan sangat diringankan oleh Allah SWT. Bila tidak memungkinkan untuk berpuasa maka boleh untuk membatalkan. Terutama bagi musafir yang melakukan perjalanan dengan tujuan untuk mencari ilmu.


Komentar