Contoh Self Reward dan Alasannya Kenapa Harus Memberi "Hadiah" pada Diri Sendiri

Dolanku.com - Self reward atau memberi hadiah pada diri sendiri adalah salah satu cara dalam menghargai, mencintai, atau mengapresiasi diri sendiri setelah mencapai sesuatu maupun tengah melakukan hal yang memberatkan jiwa maupun raga. Walau hasil usahanya belum pasti seperti apa, tak lama setiba berjuang langsung self reward.


Salah satu bentuk memberi hadiah pada diri sendiri sesudah capek yaitu memijatkan badan pada ahli pijat, pergi jauh untuk berwisata, beli barang yang telah lama diidamkan, menikmati wisata kuliner, dan lain-lain. Contoh self reward berikutnya ialah nge-game, tidur siang, cuti kerja, menonton, mendalami hobi, main dengan hewan peliharaan, atau yang semacamnya.

Contoh self reward dengan cara menonton video YouTube Short (sumber gambar koleksi pribadi)

Supaya pemberian hadiah pada diri sendiri berguna efektif amat disarankan untuk menulis, mencatat, atau pegang teguh hal-hal apa saja yang akan dinikmati sehingga nanti mampu bikin hati bahagia. Artinya, tentukan poin-poin self reward yang kategorinya wajar dan terjadwal jelas sesudah perjuangan dan pengorbanan dikerahkan totalitas. 


Self reward tidak harus dilakukan setelah semua berakhir. Terkadang pada fase sedang kegiatan berjuang pun menghadiahi pada diri sendiri boleh diterapkan. Asal dilakukan bukan berlebihan, baik dari segi durasi maupun kuantitasnya. Senyampang sudah cukup, segera untuk bangkit kembali. Jangan sampai self reward justru mengganggu fokus serta mengurangi motivasi.


Memberi hadiah pada diri sendiri sangat penting dilakukan. Untuk lebih jelasnya berikut ini manfaat self reward bagi kesehatan jiwa dan fisik.


1. Sebagai Ucapan Selamat pada Diri Sendiri

Ucapan selamat dan doa tidak harus dilantunkan secara keras. Terkadang, guna mengucapkan selamat pada diri sendiri pun cukup dilakukan melalui sikap (non verbal). Apalagi capaian tersebut merupakan hal yang pertama kali sehingga berkesan dalam hidup. Tentu agar lebih mendalam memori indah tersebut perlu diimbuhi dengan self reward.


Barangkali orang-orang di sekitar kalian tidak tahu bagaimana pengorbanan yang telah dikeluarkan demi menggapai tujuan. Oleh sebab itu, berakibat mereka abai. Jangankan memberikan ucapan selamat, sekadar memuji ditambahi tersenyum ketika melihat pun tidak. Kalau sudah begitu siapa lagi yang akan mengucapkan selamat pada diri sendiri?


2. Sebagai Motivasi

Pernah dengar teori punishment and reward? Sebuah gagasan tentang memberi hukuman saat melakukan kesalahan serta sebaliknya memberikan hadiah saat berhasil menjalankan misi. Di mana, dengan tindakan itu mampu memotivasi individu untuk giat mengerjakan hal yang benar serta tergerak meninggalkan perilaku yang salah.


Sebagaimana kalian memotivasi orang lain melalui pujian, hadiah barang atau uang, mentraktir, ajak jalan-jalan, atau bentuk lainnya disarankan pula memotivasi diri sendiri dengan cara memberi hadiah. Tentu hadiah tersebut harus menjamin tetap berefek bagus pada semangat, gairah, atau produktivitas.


3. Menjaga Kesehatan Mental

Menurut sebagian kalangan, kesehatan mental dikatakan jauh lebih berharga ketimbang kesehatan tubuh. Asumsinya, apapun gangguan kesehatan fisik tatkala mentalnya terawat berbuah ketenangan. Sebaliknya, sesehat apapun raga di kala jiwanya sedang terganggu berisiko pada gangguan penyakit lain.


Dengan memberi hadiah pada diri sendiri berakibat mampu memberikan manfaat positif bagi kesehatan mental. Dengan begitu, seseorang akan melepaskan penat dan lelah. Alhasil, kondisi bisa jauh lebih rileks. Nah, ujungnya kekuatan mental bisa diberi jeda untuk istirahat sejenak sehingga tidak diberi beban bertubi-tubi.


Komentar