Terbaru · Artikel · Kebahagiaan · Destinasi · Penginapan · Berita · Opiniku · Wisataku · Moda · Wisata Religi · Privacy Policy · Daftar Isi · Tentang Kami

Jenis-jenis Shuttle Bus pada Kegiatan Wisata

Dolanku.com - Shuttle bus adalah kendaraan minibus berukuran lebih kecil yang difungsikan untuk antar-jemput dengan kapasitas penumpang sekitar 5 hingga 20 orang dan jarak tempuh yang terbatas. Umumnya, shutle bus dimanfaatkan untuk menunjang fasilitas maupun pelayanan komersial. Artinya, biaya tiket naik shuttle bus sudah termasuk (dijadikan satu) dengan harga utama yang dibayar.


Dalam kasus tertentu, penggunaan shuttle bus juga diterapkan untuk memfasilitasi karyawan perusahaan berangkat maupun pulang kerja. Penerapan moda transportasi berbasis minibus tersebut dimaksudkan agar pihak pabrik ataupun manajemen perusahaan memperoleh efektivitas serta efisiensi. Artinya, bukan cuma hemat secara finansial. Akan tetapi, juga bikin para pegawai makin produktif.


Berikut ini macam-macam shuttle bus dalam kegiatan wisata:


1. Wisata Olahraga

Olahraga bukan cuma dijadikan kegiatan untuk menyehatkan badan. Dalam kategori tertentu, justru kesehatan mental/jiwa dalam sebuah olahraga jauh lebih diperhatikan. Salah satu contoh wisata olahraga yaitu ajang lari di tengah kota, bersepeda, dan golf. Nah, sebagaimana diketahui bahwa pada lapangan golf disediakan shuttel bus super mini untuk mengangkut wisatawan menuju tengah lapangan.


2. Taman Safari

Rupa shuttle bus pada taman safari umumnya berbeda dengan model bus mini di tempat lain. Biasanya pada bagian penumpang bagian bodi dicopot. Lantas, diganti dengan kaca maupun jeruji kawat besi yang mampu memberikan sudut pandang luas kepada seluruh penumpang. Dengan begitu, para penumpang dapat leluasa menikmati flora dan fauna yang menjadi "menu" utama di agenda wisata.


3. Penginapan Berbentuk Bungalow

Bungalow adalah penginapan atau hotel yang bentuknya mirip seperti rumah tetapi ukurannya sangat kecil. Bahkan, di dalamnya hanya terdiri dari dua ruangan yaitu kamar tidur dan kamar mandi. Di mana, dalam satu kawasan penginapan memakai sistem bungalow tersebut terdiri dari beberapa "gubuk" alias rumah mini yang sejajar, saling berhadapan, serta ada pula yang membelakangi.

Ilustrasi shuttel bus bertenaga listrik pada penginapan bungalow (sumber Pexels.com/ wewe yang)

Pada jenis bungalow yang luas dan bidang tanah miring bakal menggunakan shuttel bus untuk mengantarkan para tamu hotel menuju "rumah" penginapannya. Tujuan utamanya, selain ingin tampil beda juga supaya para pengunjung yang hendak menginap tidak kecapekan menuju lokasi tempat bermalamnya.


4. Wisata Luas, Tertutup, atau Terpencil

Terkadang destinasi wisata yang letak titik objeknya terlalu jauh, rute jalan yang tak mendukung guna memakai moda transportasi konvensional, atau di daerah ketinggian membuat pihak pengelola memutuskan menggunakan shuttel bus untuk mengantarkan wisatawan. Diberangkatkan dari area parkir kendaraan pribadi menuju lokasi objek wisata. Lantas, diantarkan kembali ke tempat parkir.


5. Bandara

Saat berwisata ke kota yang jauh, bagi sebagian kalangan bakal memilih pesawat daripada jenis transportasi lainnya. Tentunya, kerap kali pada maskapai maupun bandara tertentu ketika menuju pesawat tidak bisa langsung masuk ke pintu pesawat. Di mana, penumpang harus masuk dulu ke shuttle bus baru diantarkan mendekati pintu pesawat. Lebih detail, shuttel bus diberhentikan tepat di bawah pesawat yang akan dinaiki penumpang.






Baca tulisan menarik lainnya:

Terima kasih telah membaca tulisan kami berjudul "Jenis-jenis Shuttle Bus pada Kegiatan Wisata"

Posting Komentar

Berkomentar dengan bijak adalah ciri manusia bermartabat. Terima kasih atas kunjungannya di Dolanku.com